VISI PRODI TIN : Menjadi Program Studi Teknik Industri yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan berbasis ipteks, dan berjiwa kewirausahaan di tingkat Jawa Tengah pada tahun 2024.

Category Archives: Opini Dosen-Mahasiswa

Proses Bisnis Industri Jasa Trasnportasi Online, “Go-Jek”

Proses Bisnis Industri Jasa Trasnportasi Online, “Go-Jek”

Oleh : Anita Oktaviana Tri Diana, ST, MT

(Dosen Prodi Teknik Industri Univ Sahid Surakarta)

logo gojek

Teknologi informasi yang semakin maju memudahkan perkembangan industri  jasa online di Indonesia, salah satunya adalah Go-Jek. Siapa yang tidak kenal  jasa transportasi ini? Saat ini jumlahnya bahkan semakin bertambah di beberapa kota di Indonesia. Proses antar jemput yang mudah dan murah menjadikan jasa Go-Jek semakin diminati. Selain itu, aplikasi Go-Jek yang user friendly juga menarik banyak pihak untuk mencoba fasilitas Go-Jek.

Proses Bisnis Go-Jek sangat menarik untuk dikaji  melalui keilmuan Teknik Idustri. Kinerja suatu industri bergantung pada seberapa baik proses bisnis yang dirancang atau dikoordinasikan dalam industri tersebut. Dalam kasus jasa Go-Jek, proses bisnis lebih banyak belangsung secara online. Berikut adalah proses yang berlagsung antara penyedia jasa Go-Jek, driver, dan pelanggan.

1.Penyedia Jasa Go-Jek

Bisnis berawal dari rekrutment yang dilakukan oleh penyedia jasa untuk mendapatkan beberapa driver. Cara mendaftar sebagai driver dapat dilakukan dengan membuka website resmi www.go-ride.co.id/join. Ketika ada calon driver yang mendaftar secara online, penyedia jasa akan menghubingi via SMS untuk datang ke kantor dengan membawa persyaratan berupa Fotocopy & Asli (KTP, SIM, STNK, SKCK) dan Surat domisili. Penyedia jasa akan memberikan hak kepada driver resmi Go-Jek untuk masuk dalam apikasi khusus driver. Melalui aplikasi ini, peyedia jasa dapat melakukan kontrol terhadap driver.

2. Driver

Driver resmi Go-Jek akan mendapatkan hak akses pada aplikasi khusus driver Go-Jek. Selain itu, mereka akan mendapat pinjaman jaket dan helm khas Go-Jek sebagai identitas. Setiap driver wajib membuka rekening di CIMB Niaga (studi kasus kota Surakarta) dengan saldo minimal Rp 50.000. Rekening ini berupa rekening ponsel yang terintegrasi dengan aplikasi Go-Jek sehingga penyedia jasa Go-Jek lebih mudah mengambil bagi hasil dari driver . Bagi hasil antara penyedia jasa dan driver adalah 20% : 80%. Pendapatan minimal yang diterima driver adalah Rp 8000 untuk sekali antar sehingga apabila ada seorang driver yang mengantar untuk jarak dekat dengan biaya kurang dari Rp 8000, penyedia jasa akan mentransfer uang tambahan ke rekening driver.

3. Pelanggan

Ketika pelaggan pembutuhkan jasa antar Go-Jek, mereka hanya perlu mebuka aplikasi Go-Jek di ponsel mereka dan menentukan titik tujuan mereka. Secara langsung, pelanggan akan mengetahui posisi driver yang aktif disekitar mereka serta berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Sangat mudah!!

Go-Jek menciptakan suatu trobosan baru dimana pelanggan ojek tidak perlu lagi pergi ke pangkalan ojek untuk mendapatkan ojek. Pelanggan dapat memanggil ojek dengan cepat, harga termurah, tanpa beranjak dari tempat mereka berada. Dalam Teknik Industri, hal ini merupakan salah satu contoh perbaikan proses bisnis melalui optimasi sistem informasi.